• Gaya Hidup

Baklava Kue Terenak di Dunia Asal Turki, Hidangan Penutup Para Sultan di Zaman Kekaisaran Ottoman

Nitro Luindimar | Selasa, 24/05/2022 07:01 WIB
Baklava Kue Terenak di Dunia Asal Turki, Hidangan Penutup Para Sultan di Zaman Kekaisaran Ottoman Baklava Kue Terenak di Dunia Asal Turki, Hidangan Penutup Ikonik Para Sultan di Zaman Kekaisaran Ottoman. (FOTO: SHUTTERSTOCK

JAKARTA - Baklava merupakan kue terenak di dunia yang berasal dari Turki. Hidangan penutup ikonik para Sultan ini ada sejak zaman Kekaisaran Ottoman.

Baklava merupakan camilan manis berlapis berisi kacang-kacangan. Setelah dipanggang, kue ini disirami sirup serta pistachio bubuk.

Sirup yang digunakan pun bermacam-macam, bisa berupa madu, air mawar, atau air bunga jeruk yang dibiarkan menyerap.

Baklava memiliki beberapa varian bentuk, seperti potongan jajar genjang, segitiga dan persegi panjang.

Berasal dari Kekaisaran Ottoman, Baklava menjadi hidangan penutup yang ikonik.

Sumber dari kata `Baklava` sempat diperdebatkan. Hingga akhirnya Turkish Standards Institute merilis nama `Baklava` berasal dari Turki.

Dalam bahasa Turki Kuno Baklava disebut juga "baklagu" atau "baklagi".

Sejarah kelezatan Baklava ini cukup kontroversial, dan sayangnya tidak didokumentasikan dengan baik.

Banyak kelompok etnis seperti Yunani, Turki dan Timur Tengah mengklaim Baklava sebagai milik negaranya dan membuat Baklava dengan cara khasnya masing-masing.

Mengutip dari Libanaissweets, dari salah satu versi cerita yang mengklaim, Baklava berasal dari bangsa Asyur yang perkasa.

Baklava telah dibuat oleh orang-orang Asiria purba sejak abad ke-8 SM.

Pada zaman dulu, Baklava terbuat dari roti pipih tidak beragi dengan kacang cincang di antaranya, kemudian dibaluti madu dan dipanggang di dalam oven pembakaran kayu primitif.

Saat ini, Baklava modern mengalami sejumlah perubahan sesuai dengan sejarah daerah yang terus berubah.

Negara-negara bagian Timur Tengah, Mediterania Timur, Balkan, dan Kaukasia pada akhirnya memperkenalkan Baklava sebagai hidangan penutup dari Kerajaan Ottoman.

Baklava diracik dengan sempurna selama era Kekaisaran Ottoman pada abad ke-15, tepatnya setelah menyerbu Konstantinopel atau yang sekarang dikenal Instanbul.
Selama lebih dari 500 tahun, dapur-dapur Istana Kekaisaran Ottoman di Konstantinopel menjadi pusat kuliner utama kekaisaran.

Laporan tertua tentang Baklava tertulis di buku catatan dapur Istana Topkapi dari periode Fatih. Berdasarkan laporan ini, baklava dipanggang di istana pada tahun 1473.

Baklava diuraikan dari kue sederhana menjadi hidangan penutup mewah yang dinikmati orang-orang kaya.

Bahkan ada kisah yang menyebutkan, seorang lelaki biasa berseru, "Aku tidak cukup kaya untuk makan Baklava di rumahku."

Sebagai hidangan penutup para Sultan, Baklava identik dengan kekayaan dan kecanggihan serta tradisi negara.

Pada akhir abad ke-17, parade Baklava mulai diselenggarakan. Sorak kemeriahan menyelimuti orang-orang Instanbul, pawai membawa nampan berisi Baklava.

Hingga abad ke-19 Baklava masih dianggap sebagai makanan mewah. Orang-orang memanggang Baklava hanya pada acara-acara khusus seperti acara keagamaan atau pernikahan.

Menjadi seorang baklava usta atau master dalam membuat baklava tidak sembarangan, kadang-kadang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk belajar membuat adonan setipis mungkin.

Dahulu kala, orang-orang kaya memakai koki terampil untuk membuat Baklava yang sempurna.

Sekitar 100 potong adonan tipis dimasukkan ke dalam nampan, tentunya itu membutuhkan kemahiran tingkat tinggi.

Bahkan saking spesialnya, adapula pemilik mansion yang memeriksa adonan Baklava dengan koin emas sebelum dimasak, tentunya agar kualitas kue manis ini tetap terjaga. (*)

FOLLOW US