• Nusa Tenggara Timur

Presiden Jokowi Minta 100 Anak Pejuang Eks Timtim Bekerja di BUMN

Imanuel Lodja | Rabu, 01/12/2021 14:01 WIB
Presiden Jokowi Minta 100 Anak Pejuang Eks Timtim Bekerja di BUMN Ketua umum DPP FKPTT, Eurico Guterres didampingi didampingi Plt. Ketua Umum Uni Timor Aswain (Untas), Filomeno J. Hornay, Sekjen Untas, Florencio Mario Vieira dan Sekjen FKPTT, Jode de A. Freitas memberi keterangan kepada wartawan, Selasa (1/12/2021).

NTT - Putera-puteri pejuang integrasi Timor-Timur yang menetap menyebar di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kabar gembira di akhir tahun 2021 ini. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta 100 orang anak untuk bekerja di sejumlah BUMN di Indonesia.

Ketua umum DPP Forum Pejuang Timor-Timur (FKPTT), Eurico Guterres menjelaskan, saat diundang menerima penghargaan bintang jasa utama di Istana Negara (12/8/2021) lalu, dirinya diajak Presiden Joko Widodo untuk berbincang-bincang.

Saat bincang-bincang itu, Eurico Guterres menyampaikan kondisi kehidupan para pejuang integrasi yang lebih memilih membela NKRI, sehingga langsung ditanggapi oleh Presiden Joko Widodo.

"Beliau langsung menanggapi dan katanya, ya sudah beri saya 100 putra putrinya biar saya dorong ke BUMN-BUMN yang kira-kira membutuhkan. Saya terharu dengan jawaban beliau," cerita Eurico, yang didampingi Plt. Ketua Umum Uni Timor Aswain (Untas), Filomeno J. Hornay, Sekjen Untas, Florencio Mario Vieira dan Sekjen FKPTT, Jode de A. Freitas, Selasa (1/12/2021).

Menurut Eurico, dirinya langsung menjawab Presiden Joko Widodo bahwa kenapa tidak dari dulu kebijakan ini diberlakukan, sehingga putera putri pejuang Timor-Timur tidak kebingungan mencari kesejahteraan.

"Pak presiden menjawab bahwa, tidak apa-apa saya khan masih tiga tahun lagi jadi Eurico tolong balik kesana beritahu mereka untuk bawa berkas 100 putra putri kesini untuk saya putuskan," katanya menirukan pesan Presiden Joko Widodo.

Sehingga hari ini Untas dan FKPTT mengumpulkan putra putri pejuang Timor Timur lengkap dengan berkas mereka masing-masing, untuk kemudian harus dibawa kembali ke Istana Negara yang nantinya diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Tanggal 25 lalu saya pulang dari Alor dan dikasih tau oleh pihak Istana, bahwa pak Presiden akan menerima tanggal 25 padahal saya punya niat itu sebenarnya ingin bertemu seluruh bupati dan gubernur, untuk ajak bicara terkait persamaan persepsi. Karena yang dibicarakan ini bukan hanya warga eks Timor Timur, tapi seluruh warga NTT yang didalamnya ada warga eks Timor Timur itu," jelas Eurico.

Karena harus menyerahkan seluruh berkas ke 100 putera puteri itu ke Istana, maka tidak dilakukan pertemuan bersama para bupati dan gubernur. Namun dia menyampaikan kepada gubernur bahwa hasil pertemuan di istana nanti akan disampaikan secara resmi.

"Sebanyak 100 putera putri pejuang Timor Timur hari ini saya kumpulkan semua, untuk dicek data-data yang dibutuhkan seperti ijazah, curriculum vitae, KTP serta kesiapannya ditempatkan dimana saja di seluruh Indonesia karena ini BUMN. Berkas-berkas ini diserahkan langsung ke Mensesneg sehingga satu dua bulan ini anak-anak sudah bisa ditempatkan dimana saja," ujarnya.

Ia menambahkan, tugasnya saat ini adalah terus berkomunikasi dengan Mensesneg terkait 100 putera puteri pejuang Timor Timur, yang akan bekerja di BUMN-BUMN Indonesia.

Dengan ini Eurico berharap, ke depan putera puteri NTT pada umumnya bisa bersaing bukan saja di BUMN, namun di Akpol, Akmil serta STPDN.

"Kami warga eks Timor Timur di Nusantara menyampaikan terima kasih kepada bapak Presiden Joko Widodo, karena selama 22 tahun kami mengharapkan seperti itu tapi baru terjadi saat bapak Presiden Joko Widodo menjadi presiden dua periode. Ini sejarah bagi kami dan kami tidak mungkin melupakan itu. Kita wajib berterima kasih kepada orang yang sudah membantu kita," ucap Eurico.

FOLLOW US