Unjuk Rasa Perlawanan terhadap Barat, Putin dan Kim Jong Un akan Hadir di China

Yati Maulana | Jum'at, 29/08/2025 22:05 WIB
Unjuk Rasa Perlawanan terhadap Barat, Putin dan Kim Jong Un akan Hadir di China Tentara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok menghadiri pelatihan menjelang parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, Tiongkok, 20 Agustus 2025. REUTERS

BEIJING - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kim Jong Un dari Korea Utara akan menghadiri parade militer di Beijing, menandai penampilan publik pertama kedua pemimpin bersama Presiden Xi Jinping dalam sebuah unjuk rasa perlawanan kolektif di tengah tekanan Barat.

Tidak ada pemimpin Barat yang akan hadir di antara 26 kepala negara dan pemerintahan asing yang menghadiri parade minggu depan, kecuali Robert Fico, Perdana Menteri Slovakia, negara anggota Uni Eropa, menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Kamis.

Dengan latar belakang meningkatnya kekuatan militer Tiongkok selama parade "Hari Kemenangan" pada 3 September, ketiga pemimpin akan menunjukkan solidaritas yang besar, tidak hanya antara Tiongkok dan negara-negara berkembang, tetapi juga dengan Rusia dan Korea Utara yang terkena sanksi.

Rusia, yang dianggap Beijing sebagai mitra strategis, telah dihantam oleh beberapa putaran sanksi Barat yang dijatuhkan setelah invasinya ke Ukraina pada tahun 2022, dengan ekonominya di ambang resesi. Putin, yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional, terakhir kali mengunjungi Tiongkok pada tahun 2024.

Korea Utara, sekutu resmi Tiongkok dalam perjanjian, telah berada di bawah sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 2006 atas pengembangan senjata nuklir dan rudal balistiknya. Kim terakhir kali mengunjungi Tiongkok pada Januari 2019.

Parade yang menandai penyerahan resmi Jepang selama Perang Dunia II akan dihadiri oleh Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, Presiden Iran Masoud Pezashkian, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, dan Ketua Majelis Nasional Korea Selatan Woo Won-shik, ujar Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok Hong Lei dalam sebuah konferensi pers.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic juga akan menghadiri parade tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa akan diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal Li Junhua, yang sebelumnya menjabat dalam berbagai kapasitas di Kementerian Luar Negeri Tiongkok, termasuk sebagai duta besar Tiongkok untuk Italia, San Marino, dan Myanmar.

Pada hari itu, Presiden Xi Jinping akan meninjau puluhan ribu pasukan di Lapangan Tiananmen bersama para pejabat asing dan pemimpin senior Tiongkok.

Parade yang dikoreografi dengan sangat apik ini, yang akan menjadi salah satu yang terbesar di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, akan menampilkan peralatan canggih seperti jet tempur, sistem pertahanan rudal, dan senjata hipersonik.