JAKARTA - Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan momen tragis saat seorang pengemudi ojek online (ojol) terlindas mobil taktis Brimob berjenis Baracuda di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Peristiwa itu terjadi di tengah upaya aparat membubarkan demonstrasi yang sempat ricuh. Dalam rekaman, korban terlihat masih mengenakan jaket ojek online dan berada di tengah kerumunan massa sebelum akhirnya tertabrak. Insiden ini langsung menuai kecaman dari publik serta menimbulkan duka mendalam.
Di balik tragedi tersebut, Islam memandang bahwa menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak adalah dosa besar yang sangat dibenci Allah SWT.
Allah SWT dengan tegas melarang perbuatan membunuh dalam firman-Nya:
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلَا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ ۖ إِنَّهُ كَانَ مَنْصُورًا
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan alasan yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ia melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia mendapat pertolongan.” (QS. Al-Isra: 33)
Ayat ini menegaskan bahwa nyawa manusia adalah sesuatu yang suci dan hanya Allah yang berhak menentukan ajalnya. Membunuh tanpa sebab yang dibenarkan syariat merupakan perbuatan zalim yang mendapat ancaman berat.
Rasulullah SAW juga memperingatkan keras tentang besarnya dosa membunuh:
«لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ»
“Hilangnya dunia ini lebih ringan bagi Allah dibandingkan dengan terbunuhnya seorang Muslim.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa berharganya nyawa seorang manusia. Membunuh satu orang tanpa hak bahkan lebih berat dosanya daripada keruntuhan dunia.
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang membunuh dengan sengaja akan diancam dengan siksa yang sangat berat di akhirat.
Allah berfirman:
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
“Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, ia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, dan melaknatnya, serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa: 93)
Insiden yang menimpa pengemudi ojol di Tanah Abang ini seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kekerasan yang berujung hilangnya nyawa bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga merupakan dosa besar dalam Islam.
Setiap jiwa memiliki kemuliaan, dan Islam menempatkan perlindungan terhadap nyawa manusia sebagai salah satu tujuan utama syariat. Oleh sebab itu, semua pihak—baik aparat maupun masyarakat—diharapkan mengedepankan kemanusiaan, menahan diri dari tindakan brutal, serta menyelesaikan perbedaan dengan cara yang damai.