Sasar 1.446.089 KRS, Bantuan Pangan Stunting Kembali Bergulir

| Sabtu, 23/03/2024 15:45 WIB
Sasar 1.446.089 KRS, Bantuan Pangan Stunting Kembali Bergulir Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi NFA Nyoto Suwignyo (foto;NFA)

JAKARTA – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bersama BUMN Holding Pangan ID FOOD kembali memulai penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan penanganan stunting di tahun 2024.

Program untuk menekan angka stunting dan mengurangi tingkat rawan pangan dan gizi di Indonesia tersebut disalurkan kepada 1.446.089 Keluarga Risiko Stunting (KRS) di 7 provinsi di seluruh Indonesia. 

“Dengan dimulainya kembali penyaluran bantuan pangan daging ayam dan telur ayam tahun 2024 ini, kita berharap akan membawa manfaat besar bagi semua pihak khususnya masyarakat tertarget penurunan stunting. Hal ini tentunya tidak terlepas dari upaya untuk mewujudkan individu yang sehat aktif dan produktif." ujar Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi NFA Nyoto Suwignyo saat menghadiri Penyaluran Perdana Bantuan Penanganan Stunting tahun 2024, Jumat, 15/3/2024, di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sementara itu, Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan dalam kesempatan yang sama menyampaikan, di tahun ini ID FOOD kembali dipercaya oleh pemerintah, dalam hal ini Badan Pangan Nasional dan Kementerian BUMN, untuk menyalurkan bantuan pangan penanganan stunting berupa paket telur ayam dan daging ayam.

“Sebelumnya, di tahun 2023 kami sudah menyalurkan bantuan pangan tersebut sebanyak dua tahap,” ujarnya. 

Untuk penyaluran perdana dimulai di Jawa Barat kepada 1.435 KRS, yang disalurkan secara serentak di wilayah Kota Bekasi sebanyak 469 KRS, Kota Cimahi 466 KRS dan Kota Depok 500. Jawa Barat dipilih sebagai lokasi kick off, karena memiliki jumlah penerima terbanyak dengan 403.285 KRS.

“Kita mulai dengan melaksanakan penyaluran di Kantor Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat. Lokasi ini dijadikan tempat untuk memulai (kick off) penyaluran bantuan pangan stunting tahun 2024. Selanjutnya, akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan di 6 provinsi lainnya seperti Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Frans menuturkan, secara keseluruhan penyaluran dilakukan di 7 provinsi dengan total penerima 1.446.089 KRS, di mana untuk Sumatera Utara terdapat 136.738 KRS, Jawa Barat 403.285 KRS, Jawa Tengah 345.514 KRS, Jawa Timur 374.197 KRS, Banten 92.654 KRS, Nusa Tenggara Timur 73.068 KRS dan Sulawesi Barat 20.633 KRS.   

“Tahun ini, dalam pelaksanaannya ID FOOD kembali melibatkan perusahaan member of ID FOOD, yakni PT Berdikari, PT PPI, PT Rajawali Nusindo sebagai penyedia produk telur dan daging ayam, serta PT BGR Logistik Indonesia (BLI) sebagai transporter. Kita juga masih berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia (Persero),” ungkapnya. 

Menurutnya, yang membedakan pada tahun ini adalah keterlibatan BLI sebagai transporter untuk wilayah Jawa Barat. BLI secara resmi menjadi mitra pemerintah untuk mengirimkan bantuan pangan penanganan stunting ke masyarakat. Dengan mengoptimalkan Refeer Truck yang menjadi armada andalan dari BLI, diharapkan produk telur dan daging ayam yang didistribusikan akan semakin terjaga kualitas dan mutunya.

“Kami berkomitmen bantuan pangan dapat terdistribusi secara merata dan tepat waktu, dengan kualitas daging dan telur yang terjaga sampai ke tangan penerima. Untuk memastikan hal tersebut BLI mengerahkan 50 armada truk dengan kemampuan pendistribusian 30 ton per hari yang siap mendukung kegiatan tersebut. Selain itu, ID FOOD juga didukung mitra transporter lainnya,” tutur Frans.

Lebih lanjut Frans menambahkan, program bantuan pangan penanganan stunting ini digelar dalam rangka membantu menyukseskan program pemerintah menurunkan prevalensi stunting sebagaimana tercantum dalam Perpres 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Data KRS diperoleh dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) by name dan by address, sehingga penyaluran dapat tepat sasaran. Setiap keluarga rentan stunting akan menerima satu paket berisi 10 butir telur dan 0,9-1 kg daging ayam beku (frozen) sebanyak tiga kali,” terangnya.

 

FOLLOW US