Jum'at, 28/02/2020 02:40 WIB

  • Gaya Hidup

Dicap Haram, Film Propaganda Erdogan Menyesatkan

Kamis, 13/02/2020 21:13 WIB
Dicap Haram, Film Propaganda Erdogan Menyesatkan Film propaganda Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dilarang beredar di Mesir

Kairo, Katakini.com - Lembaga fatwa Mesir Dar al-Ifta al-Mishriyyah‎ melarang masyarakat menyaksikan film Netflix asal Turki yang berjudul `Resurrection: Ertuğrul` dan `Valley of the Woods`.

Kedua tayangan ini dinilai menjadi sarana propaganda Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, untuk mencitrakan diri sebagai pemimpin muslim di dunia, dan mimpi untuk membangkitkan kekaisaran Ottoman.

"Tayangan itu juga menggiring penonton untuk menghidupkan kembali masa-masa Kekaisaran Ottoman yang tidak pernah akan terjadi," ungkap fatwa tersebut mengutip Tele1 News, pada Kamis (13/2).

Fatwa otoritas keagamaan di Mesir ini menjadi salah satu rujukan hukum bagi masyarakat tentang masalah bersinggungan dengan agama dari otoritas Islam yang diakui. Peringatan para mufti di Mesir ini diterbitkan di laman web Dar Al Ifta.

Tayangan itu juga dianggap sebagai sarana pendekatan persuasif dan membangun opini masyarakat. Tujuannya untuk membenarkan berbagai kebijakan yang dilakukan Turki saat ini.

"(Erdogan) tidak akan gagal untuk mewujudkan mimpinya melalui kekuatan persuasifnya, melalui karya seni dan budaya. Bukti terbaik dari ini adalah serial televisi tersebut," tulis fatwa tersebut.

Diketahui, film `Resurrection: Ertuğrul` menggambarkan kehidupan masyarakat Muslim nomaden Turki, khususnya Ertuğrul, ayah dari pendiri Kekaisaran Ottoman, Osman I.

Sedangkan tayangan `Valley of the Wolves` berupaya menggiring penonton untuk membenarkan petualangan militer, dan kebijakan keamanan nasional Turki saat ini.

Dar Al Ifta mengatakan tayangan itu membawa wacana menyesatkan, yang menafsirkan teks-teks Islam secara pragmatis untuk membenarkan kekerasan dan pembunuhan. Hal itu juga berupaya mencitrakan positif dari tindakan yang salah.

Fatwa ini disikapi beragam. Sejumlah penggemar acara ini di Mesir menyuarakan protes ke media sosial, sebab fatwa Dar Al Ifta penuh kontroversi.

"Dar Al Ifta melarang serial tayangan dari Turki. Tapi mengapa Mesir masih menayangkan acara yang memiliki konten nonmuslim?" kata salah seorang pengguna.