Senin, 23/09/2019 23:36 WIB
  • Keuangan

Bank Lebanon Kena Sanksi AS

Jum'at, 30/08/2019 07:12 WIB
Bank Lebanon Kena Sanksi AS Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap bank Libanon karena mendukung Hizbullah dan empat orang karena mendukung Hamas pada hari Kamis. File Foto oleh Roger L. Wollenberg / UPI

Jakarta - Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi bank Lebanon untuk koneksi ke Hizbullah pada Kamis (29/08) waktu setempat.

Badan tersebut mengumumkan sanksi terhadap Jammal Trust Bank dan anak perusahaannya karena dengan berani mendukung kegiatan keuangan Hizbullah, yang Amerika Serikat tunjuk sebagai organisasi teroris.

"Lembaga keuangan yang korup seperti Jammal Trust adalah ancaman langsung terhadap integritas sistem keuangan Lebanon," ujar Sigal Mandelker, wakil menteri terorisme dan intelijen keuangan dilansir UPI.

"Jammal Trust memberikan dukungan dan layanan kepada Dewan Eksekutif Hizbullah dan Yayasan Martir yang menyalurkan uang kepada keluarga pelaku bom bunuh diri," tambahnya.

Dalam aksi kedua Kamis, Departemen Keuangan juga menjatuhkan sanksi kepada empat orang karena mendukung Hamas.

Badan itu memberi sanksi kepada Mohammad Sarur, Kamal Abdelrahman Aref Awad dan Fawaz Mahmud Ali Nasser karena menyalurkan puluhan juta dolar dari Iran melalui Hizbullah ke Hamas untuk serangan di Jalur Gaza.

"Pemerintahan ini tidak akan goyah untuk meminta pertanggungjawaban Hamas dan para pemimpin Iran atas kekerasan mereka," kata Mandelker.

"Perbendaharaan akan terus mengganggu jaringan teroris dengan menargetkan mereka yang menghasilkan dana untuk melaksanakan agenda kekerasan rezim Iran," tambahnya.