Senin, 23/09/2019 23:37 WIB
  • Umum

Meski Ditekan AS, Inggris tetap Bebaskan Kapal Tanker Iran

Jum'at, 16/08/2019 06:18 WIB
Meski Ditekan AS, Inggris tetap Bebaskan Kapal Tanker Iran Perwira polisi pertahanan Gibraltar menjaga kapal tanker Iran, Grace 1 yang di tahan di lepas pantai Gibraltar, Spanyol selatan. (Foto: Reuters)

Teheran - Pemerintah Gibraltar bersikukuh untuk membebaskan kapal tanker Iran, yang ditahan marinir Inggris di Selat Gibraltar pada 4 Juli, meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat (AS).

"Pihak berwenang di Gibraltar sudah membebaskan kapal tanker Iran Grace 1, yang disita pada 4 Juli karena dicurigai mengirimkan 2,1 juta barel minyak mentah ke Suriah yang di bawah sanksi Uni Eropa," kata Chronicle Gibraltar dilansir dari Reuters, Kamis (15/8).

Menurut laporan itu, ketua pengadilan mahkamah agung Gibraltar, Anthony Dudley, mengatakan tidak ada pengajuan AS saat ini di depan pengadilan.

Ketua Pengadilan Anthony Dudley mengatakan, karena Iran sudah menjamin secara tertulis bahwa tujuan Grace 1 bukan negara yang dikenai sanksi Uni Eropa, maka tidak ada lagi alasan untuk menahan kapal tersebut.

Setelah insiden penahan kapal tanker itu, Kementerian Luar Negeri Spanyol, melaporkan bahwa Inggris menahan kapal itu atas permintaan AS, yang berusaha menyusahkan kapal-kapal minyak internasional Iran sebagai bagian dari kampanye tekanan ekonomi terhadap Republik Islam.

Gibraltar baru mengakui bahwa AS mengajukan permohonan menahan Grace 1 setelah media Inggris melaporkan rencana pembebasan kapal tersebut menyusul sejumlah konflik diplomatik antara Teheran dan London.

"Departemen Kehakiman AS mengajukan permohonan untuk menahan Grace 1 atas sejumlah tuduhan yang sekarang sedang dipertimbangkan," kata pemerintah Gibraltar dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan, masalah tersebut akan kembali ke Mahkamah Agung Gibraltar pukul 4 malam. (1400 GMT) hari ini.

Pertikaian diplomatik antara Iran dan Inggris pada 4 Juli, tak lama setelah pasukan angkatan laut Inggris secara ilegal menangkap Grace 1 dan muatannya 2,1 juta barel minyak di Selat Gibraltar dengan dalih kapal itu membawa minyak mentah ke Suriah.

Namun, laporan menunjukkan penyitaan terjadi atas permintaan AS.

Teheran menolak klaim London, kapal tanker itu sedang menuju ke Suriah, mengecam penyitaan itu sebagai pembajakan laut.

Sebelumnya, Selasa (13/8), Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran, mengatakan, Inggris akan segera membebaskan Grace 1, setelah kedua belah pihak bertukar dokumen tertentu untuk membuka jalan bagi pembebasan kapal itu.