Sabtu, 24/08/2019 08:47 WIB
  • Umum

Dukung Program Jokowi, BPJS Ketenagakerjaan Bangun Anak Bangsa Produktif

Rabu, 14/08/2019 21:59 WIB
Dukung Program Jokowi, BPJS Ketenagakerjaan Bangun Anak Bangsa Produktif Romie Erfianto, Deputi Ditektur bidang Project Management, BPJS Ketenagakerjaan.

Jakarta - BPJS Ketenagakerjaan akan menjaring anak bangsa produktif yang masih menganggur, untuk dilatih hingga bisa segera mendapat pekerjaan.

Program ini sejalan dengan agenda pemerintahan Jokowi yang fokus membangun SDM agar terampil, berdaya saing tinggi, sehingga mengurangi angka pengangguran.

"Jadi kita akan rekrut saudara-saudara yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), yang habis kontrak kerja, ataupun yang mengundurkan diri. Mereka kita latih hingga siap disalurkan ke dunia industri pembuka lapangan kerja," ujar Deputi Ditektur bidang Project Management, BPJS Ketenagakerjaan, Romie Erfianto, Rabu (14/8/2019).

Romie menjelaskan, pada tahap awal, pihaknya akan mengajak sekitar 20 ribu orang angkatan kerja. Mereka akan dilatih dalam pendidikan vokasi yang sesuai dengan bidang kebutuhan industri ataupun penyedia lapangan pekerjaan.

"Karena ini pilot project, maka tahun ini ada sekitar 20 ribu dulu masyarakat yang kena PHK, akan dilatih, keterampilan dan padat karya, manufaktur, dan sebagainya agar mereka bisa segera kembali bekerja," jelas Romie.

Selain memberi pendidikan vokasi, pelatihan, dan keterampilan padat karya, Romie menuturkan, BPJS Ketenagakerjaan juga membuat program Ayo Kita Kerja.

Progran ini untuk menjaring para pekerja agar punya akses luas masuk dalam pasar kerja, sekaligus memilih yang cocok dan sesuai bidang keahlianya.

"Program Ayo Kita Kerja itu menjadi kanal bagi orang-orang sudah siap kerja. Kita kerjasama dengan Kemenaker, dan masuk di dinas-dinas ketenagakerjaan seluruh Kabupaten/kota," jelas Romie.

Kata Romie, progran Ayo Kita Kerja ini menjadi chanel yang akan mengintegrasikan antara pendidikan dan pelatihan dengan dunia industri atau para penyedia lapangan kerja.

"Setelah pelatihan keterampilan dan pendidikan vokasi, maka tahap kedua akan kita integrasikan dengan dunia industri agar bisa link and match antara pasar tenaga kerja dengan dunia industri," jelasnya.

"Jadi kita bisa salurkan sesuai lokasinya, kebutuhannya, pasar kerjanya, industrinya. Dengan begitu ada link and mach antara pencari kerja dengan pembuka kesempatan kerja," jelas Romie Erfianto, Deputi Ditektur bidang Project Management, BPJS Ketenagakerjaan.