Sabtu, 24/08/2019 08:46 WIB
  • Properti

Tiket Pesawat Meroket, Okupansi Hotel Rontok

Kamis, 25/04/2019 07:50 WIB
 Tiket Pesawat Meroket, Okupansi Hotel Rontok Ilustrasi Hotel


Jakarta, Etoday.com - Melambungnya harga tiket pesawat berimbas pada bisnis perhotelan. Saat tiket pesawat meroket, tingkat keterisian kamar hotel (okupansi) justru rontok.

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran,  penurunan okupansi rata-rata hotel secara nasional sekitar 20 sampai 40 persen selama periode Januari-April 2019.

"Saat ini dari Januari sampai dengan April, (penurunan) okupansi rata-rata secara nasional antara 20 sampai dengan 40 persen," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/4/).

Dia menjelaskan, biasanya secara tahunan (year on year atau yoy) penurunan okupansi rata-rata hotel pada Januari tidak sebanyak itu. Pada saat low season pihaknya mencatat penurunan okupansi hanya sekitar 10 persen.

"Biasanya  kalau low season itu turunnya paling 10 sampai dengan 15 persen," kata Maulana.

Penurunan okupansi yang cukup banyak akibat tingginya harga tiket pesawat itu, menurut dia, misalnya penurunan okupansi 20 persen mungkin terasa di industri-industri jasa pariwisata yang berada di Pulau Jawa.

"Misalnya di Jakarta, Bogor  kan turunnya tidak seberapa karena mungkin dampak yang dirasakan berbeda mengingat tidak begitu membutuhkan maskapai penerbangan sebagai moda transportasi. Namun, kalau di daerah-daerah seperti Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera,  penurunan okupansinya bisa sampai 40 persen karena maskapai penerbangan menjadi hal penting bagi mereka," tutur Maulana.

Dia menyarankan  pemerintah membuka akses dengan memilih secara selektif maskapai-maskapai lain agar bersaing secara sehat dalam bisnis penerbangan di Indonesia. Hal ini sebagai solusi untuk mengatasi tingginya harga tiket.

"Jadi dipilihlah beberapa maskapai untuk bisa menjadi kompetisi dalam bisnis penerbangan di Indonesia. Bukan dibuka secara luas dimana semua maskapai masuk. Hal ini dimaksudkan supaya jangan hanya saat ini bisnis penerbangan dikuasai oleh dua grup maskapai yang sudah eksis. Kalau bisa ada satu atau dua grup maskapai lain yang bisa bermain dalam bisnis tersebut sehingga biar pasarlah nanti yang menentukan," paparnya.

Harga tiket pesawat tidak kunjung turun seperti yang diharapkan, meski Menko Maritim Luhut Panjaitan telah memberikan ultimatum ke maskapai untuk menurunkan harga. Kementerian Perhubungan akan terus mengamati harga tiket pesawat menjelang Lebaran 2019. Apabila penurunan tarif tiket penerbangan tidak dilakukan, Kemenhub berancang-ancang menyiapkan aturan baru.